Belajar Membuat Dialog Tokoh dari Pohon Pisang dan Generasi Instan

Jadi penulis itu harus terus berpikir. Naluri mengamati jangan sampai mati. Setiap hari kita sering disuguhi fenomena hidup. Misalnya, amati pohon pisang. Semua yang ada bermanfaat; mulai dari daun, batang pohon, kulitnya, buahnya, semuanya. Kemudian belajarlah membandingkannya atau menganalogikannya dengan manusia.

Saya memotret generasi sekarang adalah generasi instans, generasi yang ingin meraih sukses dengan cara cepat. Di dalam otak saya, kemudian dicampur dengan imajinasi, saya memutuskan membuat puisi yang idenya dari “pohon pisang dan generasi instan”.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *