Para Tutor di Rumah Dunia Sejak 1998 – 2020

Pada 2002 mulailah saya membuka Kelas Menulis Rumah Dunia. Saya focus di prosa (cerpen dan novel), jurnalistik (berita, essay, dan trvel writing), dan TV Program. Toto ST Radik dengan Majelis Puisi. Rys Revolta sebagai tutor jurnalistik wafat pada 2004. Nabila dan Gabriel juga ikut jadi relawan cilik, mengajari anak-anak kampung membaca.

Kemudian Firman Venayaksa bergabung dan menghidupkan Kelas Musik. Rumah Dunia semakin berwarna. Bahkan pada 2005, Firman didaulat jadi Presiden Rumah Dunia hingga 2010.

Para tutor Rumah Dunia selain saya, Tias, Toto, Firman, juga setiap tahun bermunculan tutor-tutor baru dari peserta Kelas Menulis, Majelis Puisi, dan Kelas Musik. Tercatat Ibnu Adam Aviciena, Ahmad Wayang, Abdul Salam, Hilal Ahmad, Ade Ubaidil, Ardian Je, Rahmat Heldy Hs, Endang Rukmana, Qizink La Aziva, Gading Tirta, RG Kedung Kaban, Rizal Fauzi, Aji Setiakarya, Langlang Randhawa, Ali Sobri, Daru Pamungkas, Arip Baehaqi, Hilman Lemri.

Para relawan Rumah Dunia 2010 – 2020, yang kemudian jadi tutot literasi.

Kami juga mendatangkan para guru dari luart, yaitu para pengarang, film maker, penyair, semua penulis di Indonesia didatangkan supaya anak muda Banten memiliki wawasan yang luas di tradisi baca-tulis. Mulai dari Taufiq Ismail, Goenawan Muhammad, LK Ara, Ahmadun Yossy Herfanda, Kurnia Effendi, Saut Poltak Tambunan, Teguh Esha, Acep Zamzam Noor, Sonny Farid Maulana, Habiburrahman El Shirazy, Ahmad Fuadi, Asma Nadia, Hevy Tiana Rossa, Godi Suwarna, Iman Soleh, Iwan Sofyan, Binhad Nurrohmat, dan semua penulis yang ada di Indonesia, rata-rata pernah datang ke Rumah Dunia membagikan proses kreatif menulisnya… (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *