Tubin, Tema Lomba yang Tidak Biasa

Saya paling takut menulis cerita pendek kemudian di tengah jalan si pembaca menggreutu, “Ah, endingnya udah ketebak!”

 Jika pembaca (seperti saya) mengulas sebuah cerpen, bagaimana pun subjektivitas mendominasi. Apalagi saya bukan kritikus sastra tetapi pembaca, jadi lebih banyak sok tahunya ketimbang mengerti . Jadi ulasan saya ini – katakanlah lebih pada saling bertukar pengalaman saja. Belum tentu juga cerpen-cerpen saya bagus. Menjadi pengulas tentu lebih menyenangkan, bukan?

Nah, mari kita mengulas keempat cerpen di bawah ini. Saya, kok, merasa sedang duduk di kursi pesakitan, mendengarkan 4 orang bercerita tentang “tubin” alias “empat hari kemudian”. Sebagai pembaca, saya tidak diberi kesempatan untuk membangun imajinasi sendiri. Kalau dalam istilah kernnya: plese, don’t tell, but show!

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *