Senyuman dan Puisi yang Mengikat Cinta Kami

Selepas subuh, Rabu 22 Juli 2020, saya membuka IG. Ada mention dari Lila Ayu Arini – Didiek Ganezh. Mereka mengirim foto saya dan Tias Tatanka sedang tersenyum di suatu tempat di hong Kong. Lila Ayu membantu kami jadi tour guide. Terima kasih buat kalian berdua. Segera diberi momongan, ya. Semoga kami bisa ke Lampung – tentu setelah Covid-19 ini berlalu.

Tentang foto kami yang sedang tersenyum ini. Saya dan Tias memang sepakat untuk selalu tersenyum mewarnai hari. Bukan berarti tidak ada masalah. Kata Mamang Sapit – tukang ronda di kampung saya, “Orang yang tidak pernah tersenyum berarti dia tidak punya mulut.”

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Anak-anak Kita

“Bila seorang anak hidup dengan kritik, dia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, dia akan belajar kekerasan.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, dia belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, dia belajar merasa bersalah.
Bila seorang anak hidup dengan motivasi, dia belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan dukungan, dia belajar menyukai dirinya sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan , dia belajar untuk mencintai dunia,” -―

👆Dorothy Law Nolte

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5