Pandemi Covid-19 Membuat Saya Kreatif Dengan Literasi Digital di Kelas Menulis Gol A Gong

Sejak kami memutuskan diam di rumah 13 Maret 2020 karena pandemi Covid-19, berarti kami harus siap menghadapi resiko tidak mendapatkan hasil apa-apa. Pada tanggal itu pula 4 kegiatan dengan honor menggiurkan dibatalkan. Bagaimana dengan dapur? Bagaimana dengan Rumah Dunia? Apakah kami khawai tidak akan makan? Kami percaya, Allah tidak akan bohong. Allah sudah berjanji akan mencukupkan hambanya yang berjalan mempejuangkan iqra dan qalam.

Lantas untuk opeasional Rumah Dunia? Alhamdulillah, kami dan para relawan yang memiliki pekerjaan sebagai ASN, freelancer, dan wartawan berjibaku iuran. Juga para simpatisan seperti LAZ HARFA Banten, dan para donatur perorangan merawat terus Rumah Dunia. Gong Publishing juga, alhamdulillah, pelan-pelan terus menerbitkan buku, sehingga bisa menyisihkan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Proses Kreatif Calon Novel “Bulan Bulat Perak” Karya Gol A Gong

Kali ini, saya akan bercerita tentang proses kreatif menulis novel versi saya. Contohnya novel “Balada Si Roy” risetnya 6 tahun, dituliskannya 6 tahun, 1981 – 1993. Bakal calon novelku ini, yang mengambil setting Banten tahun 1900 – 2000, tiga generasi sudah saya mulai risetnya sejak 2015. Saya riset lapangan ke Rangkasbitung, Menes, Labuhan. Menyusuri jalan kereta Rangkasbitung-Bayah. Rangkasbitung – Merak.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Jerinx Jadi Guru Kehidupan Untuk Kita

Jerinx sedang mengajarkan kepada kita bagaimana cara bijaksana bersikap terhadap fenomena yang sedang terjadi. Hanya saja resikonya sangat mahal bagi Jerinx. Sekarang sudah tidak bisa lagi rakyat vs penguasa, tetapi rakyat vs organisasi profesi, rakyat vs ormas, rakyat vs rakyat atau sebaliknya. Kita doakan saja Jerinx sehat di balik jeruji.

Kawan, khutbah kehidupan kali ini, saya ingin berdiskusi soal fenomena Jerinx. Dia sendirian, yang dia lawan adalah hegemoni profesi. Kita harus memakai akal sehat sebelum mengambil tindakan. Harus berpikir logis.

Peristiwa-peristiwa di sekeliling kita adalah tanda-tanda yang diberikan alam kepada kita, agar kita berpikir jernih. COVID-19 sebagai bagian dari konspirasi global sulit dibuktikan. Itu bisa saja seperti delusi.

Di hadapan kita terhidang kematian massal di seluruh dunia, bukan di satu kampung atau provinsi saja. Eropa, Amerika latin, bahkan tetangga saya mati terkena covid-19 dibuktikan dengan 2 diagnosa dari 2 rumah sakit ternama. Itu adalah cara alam mengajari kita untuk bersikap bijaksana.

Mari kita berduka cita untuk para keluarga yang ditinggalkan. Doakan mereka. Support tim paramedis. Saya membayangkan, stok SDM paramedis kita habis. Jika sudah begitu, siapa yang mengurusi para korban?

Mari, kita beri senyum kepada para keluarga yang ditinggal mati orang yang dicintainya. Beri senyum kepada para medis. Jangan beri mereka permusuhan. Jangan beri mereka analisa-analisa yang Anda sendiri tidak bisa membuktikan.

#jumat
#khutbahkehidupan

*) Foto lukisan Edi Bonetski di lokasi pameran “Sebelum Setengah” di Bimasena ArtSpace.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Menulis Gol A Gong Untuk Agenda September 2020

Kelas Menulis Gol A Gong secara online dimulai 5 Juni 2020. Kelas cerpen terdiri dari dua kelas, yaitu Kelas Cerimis (Cerpen Dinamis) kemudian berlanjut ke Kelas Certalik (Cerpen Bertabur Konflik). Begitu juga di Kelas Novel Best Seller berlangsung dua kelas. Juni hingga Agustus 2020 berlangsung lancar. Jika ingin bergabung kontak WA 0819 06311 007.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Lima Puisi Tentang Laut Oleh Gol A Gong

1.
ODE NELAYAN

Negeriku berkibar tanpa arah
angin tak bisa lagi membaca cuaca
aku melempar jala ke muara
cintamu hanyut menuju samudra

Kisahmu yang mendunia
terhempas gelombang
tertimbun lumpur
terang bulan bukan lagi untukku
ikan-ikan berpindah ke dalam kaleng
aku melarung perahu
tanpa sesajen

Cintaku, laut menjauh
cakrawala terhalang kapal perompak
kopiku sudah lama dingin
air laut berpindah ke dalamnya

Karangantu Oktober 2017

#

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Seni(man)

Banyak orang menganggap sepele seni. Padahal itu bagian dari kita, keseharian manusia. Seperti halnya sampah, sisi lain dari kita yang buruk. Seni hadir untuk memperhalusnya.

Kadang kita menyepelekan apa yang sudah kita lakukan. Padahal banyak orang yang tersakiti. Kita selalu ingin dihormati, bahkan dalam keadaan tersudut. Apalagi ketika kita sudah membeli semua yang kita butuhkan, termasuk membeli kehadiran manusia. Kita merasa, bahwa semua orang harus menghamba kepada kita.

Jika kita berkubang di dalam seni tetapi kita merasa tidak pernah berhasil memperhalus diri kita sendiri, berarti ada yang salah dengan diri kita. Kualitas karakter kita suah terbentuk sebelum seni hadir di dalam diri kita.

Ingat, seni hadir untuk memperhalus.
Bukan malah menjerumuskan.

*) Foto: Art Street Edi Bonetski di dinding Bimasena ArtSpace, Taktakan Serang.

#Jumat
#khutbahkehidupan

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Happy Birthday, Mas Gong!

Dua hari yang lalu saya harus berada di desa bersama rekan-rekan tim kerja, karena ada keperluan pekerjaan. Di sana tak ada sinyal sama sekali, jangankan sinyal, akses jalannya saja bisa bikin orang stress, apalagi saat itu jalan berlumpur bahkan banjir.

Karena tak ada sinyal, saya tidak bisa update status atau sekedar bersapa via media social, dua hari yang lalu, orang yang menurut saya telah memberikan andil besar dalam proses perjalan hidup adalah guru menulis di komunitas kelas menulis rumah dunia. Wasilah dari ilmu menulis yang ditransfernya pada diri ini, telah memberikan banyak manfaat, bahkan di kehidupan saya saat ini.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Mari, Kita Senyum Penuh Rasa Syukur

Bersyukurlah orang yang banyak memiliki kekurangan, karena dengan begitu dirinya menjadi kuat.

Bersyukurlah orang yang banyak memiliki kelebihan, karena dirinya tidak perlu merasakan ujian.

Tapi di antara keduanya, aku meyakini, orang yang paling beruntung dan penuh rasa syukur adalah orang yang memiliki kelebihan dari hasil tempaan kekurangannya sendiri.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5