Hinaan Dibalas Gol A Gong Dengan Prestasi

Persoalan kedua? Apa lagi? Kecacatannya! Setiap Gol A Gong berhasil mengalahkan lawannya yang berlengan dua di lapangan badminton, orang-orang selalu menghina, “Itu karena lawannya kasihan!” Bahkan berhasil juara kedua tingkat junior di Serang, dikirim ke Kejuaraan Junior Badminton se-Jawa Barat di Sukabumi (1981), nada melecehkan tetap muncul, “Karena kasihan!” Gong satu-satunya atlit badmnton yang menembus pebulutangkis berlenan dua saat itu.

Sekarang di dunia menulis. Ketika cerpen dan novel Gong dimuat di media massa Jakarta, juga “karena kasihan”. Novelnya diterbutkan, “juga kasihan”. Bahkan ketika saya memiliki pacar juga, si perempuannya “kasihan kepada Gol A Gong”.

Apakah Gol A Gong marah? Tidak. Justru Gong menunjukkan, bahwa (hinaan) itu adalah lecutan atau motivasi untuk dirinya agar terus maju. Gong mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang melecehkannya. Itu tidak membuat api semangatnya padam.

Jadi pesan dari status ini, jika ingin sukses di dunia kreatif, itu tidak bisa didapat dalam semalam. Melewati proses terjal, berlika-liku. Jika berhasil melewatinya, insya Allah, panen raya siap di masa depan. Gusti Allah tidak tidur. (Jang GoKref)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *