Senyum Seni(man)

Banyak orang menganggap sepele seni. Padahal itu bagian dari kita, keseharian manusia. Seperti halnya sampah, sisi lain dari kita yang buruk. Seni hadir untuk memperhalusnya.

Kadang kita menyepelekan apa yang sudah kita lakukan. Padahal banyak orang yang tersakiti. Kita selalu ingin dihormati, bahkan dalam keadaan tersudut. Apalagi ketika kita sudah membeli semua yang kita butuhkan, termasuk membeli kehadiran manusia. Kita merasa, bahwa semua orang harus menghamba kepada kita.

Jika kita berkubang di dalam seni tetapi kita merasa tidak pernah berhasil memperhalus diri kita sendiri, berarti ada yang salah dengan diri kita. Kualitas karakter kita suah terbentuk sebelum seni hadir di dalam diri kita.

Ingat, seni hadir untuk memperhalus.
Bukan malah menjerumuskan.

*) Foto: Art Street Edi Bonetski di dinding Bimasena ArtSpace, Taktakan Serang.

#Jumat
#khutbahkehidupan

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *