Perjalanan 50 Tahun Sastra Banjarbaru

“Seandainya tahun demi tahun adalah kumpulan teks dalam novel yang menuntut untuk saling dihubungkan, maka sekecil apa pun sebuah peristiwa tak ada yang boleh dilupakan.” (Harie Insani Putra)
***

Sejak Minggu, 13 September 2020, saya “traveling” di areal Museum Literasi Gol A Gong. Mengamati satu demi satu judul buku. Alhamdulillah, pada 20 September 2020, beberapa buku yang “nyunsep” sulit saya cari di rtimba belantara buku, akhirnya saya temukan. Terutama buku “50 Tahun Sastra Banjarbaru” (Sejarah dan Jejak Komunitas), disusun Ali Arsy, Arifin Noor Hasby, dan Hudan Nur.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sepatu Gunung Untuk Traveling

Entah sudah berapa buah sepatu gunung kubeli. Ada yang kemudian aku jual di perjalanan, karena kehabisan uang, ada yang kuberikan kepada orang lain, sesuka hati saja. Tapi sekarang kedua anak kelakiku sudah besar. Terutama yang kuliah di Abu Dhabi – Gabriel Firmansyah, 21 tahun, jika liburan dan traveling, pasti memilih salah satu dari ketiga sepatu itu. Anak lelaki kedua – Jordy Alghifary sudah di kelas 2 SMA, mulai merencanakan traveling. Kita lihat saja nanti. Kini ketiga sepatu gunung itu aku simpan di Museum Balada Si Roy.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Sarinah Adalah Perempuan Indonesia versi Bung Karno

Sarinah – Kewajiban Wanita dalam Perdjoeangan Republik Indonesia

Penulis Ir. Soekarno
Panitya Penerbit Buku-buku Karangan Presiden Sukarno, 1963
Tjetakan ketiga

“Banjak sekali pergerakan-pergerakan kita kandas di tengah djalan karena keadaannja wanita kita.” (Gandhi)

“Djikalau tidak dengan mereka (wanita), kemenangan ta’ mungkin kita tjapai.” (Lenin)

“Diantara soal-soal perdjoeangan jang harus diperhatikan, soal wanita hampir selalu dilupakan.” (Kemal Ataturk)

###

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Penulis Harus Memiliki Sikap Jujur dan Terbuka Dikritik

Penulis harus jujur? Maksudnya?Jika menulis kisah nyata (otobiografi/biografi), ini sesuatu yang berat pertanggungjawabannya. Jika saya yang menulis kisah hidup kamu, maka saya harus bertanya dulu: Untuk apa? Motivasinya apa? Saya pernah beberapa kali menerima pekerjaan ini dan beberapa kali menolak karena tidak memenuhi syarat. Menulis kisah hidup seseorang itu tidak bisa dipaksakan, apalagi jika terkait ke unsur konsekwensi (dampak ke lingkungan) dan kepopuleran (public figure).

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cinta Guru Kepada Muridnya

Ketika sedang asyik membuat materi novel best seller untuk Kelas Menulis Gol A Gong edisi September, Senin 31 Agustus 2020, tiba-tiba terdengar suara, “Assalamualaikum…” Hilman Lemri – relawan Rumah Dunia yang bekerja sebagai editor di Untirta Press, datang membawa oleh-oleh kue cincin dan emping. Ini yang saya tunggu untuk teman ngopi. Sebulan sekali dia pulang ke kampungnya di Menes. Dia tinggal bersama kami di mess Rumah Dunia.

Saya memang senang kue cincin sejak kecil. Juga Khong Ghuan. Biasanya jika tidak pandemi Covid-19, Ahmad Ragen (kini wartawan Kumparan dot com) bersilaturahmi membawakanku Khong Ghuan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Si Bisu di Pintu Surga Jatuh Cinta

Cinta untuk semua. Cinta harus diperjuangkan. Tentu dengan lika-liku dan “luka”. Itu yang ditulis Charlis Ridho di skenario “Pintu Surga” episode ke #4.

Fadli si bisu jatuh cinta. Dia meniru apa yang dilakukan para bintang film dengan memberikan sekuntum bunga mawar kepada gadis idamannya. Mungkinkah Fadli yang pemulung dan bisu mendapatkan cinta sucinya?

Segera di “Pintu Surga” GolAGong TV. Film pendek ini produksi Kelas Film Rumah Dunia yang dimotori Rudi RustiadiSetiawan Jodi FakharJordy Alghifari. Terima kasih kepada Emak-emak Kampung Ciloang, dan anak-anaknya yang sudah ikut meramaikan film pendek ini.

Juga kepada Nur Agis Aulia, Dewi Perpusnas, dan Raden Sunny Badan Bahasa atas supportnya. Jika ada yang ingin bergabung, ke Tias Tatanka di 081906311007.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5