Penulis Harus Memiliki Sikap Jujur dan Terbuka Dikritik

Kalau menulis fiksi, juga harus jujur? Iya! Misalnya, saat saya menulis novel “Balada Si Roy” dengan setting utama kota Serang dan cerita pada era 1980-an,. maka saya harus jujur denga perilaku masyarakanya pada masa itu. Secara antropolog, sosio-kulturalnya. Saya tidak jadi etnograf, tetapi setidaknya saya mencatat (secara detail) kehidupan remajua Banten pada erra itu. Saya menggunakan artikulator seorang remaja petualang bernama “Roy” (Bandung) yang memiliki cara berpikir modern ketimbang tokoh “Dullah” (Banten) yang masih primordial. Sikap jujur ini terbentuk dari hasil riset.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *