Penulis Harus Memiliki Sikap Jujur dan Terbuka Dikritik

Kedua, sikap terbuka dikritik. Ini yang harus dimiliki oleh para penulis pemula (ada juga yang berumur tua dan baru menulis) atau penulis yang memang berusia muda. Ketika buku dituliskan, kemudian dijual ke publik, maka urusan si penulis dengan buku itu tidak bisa lagi sendiri, tapi sudah harus siap head to head dengan publik. Jika dipuji, jadikan cermin. Jika dicaci, untuk instropeksi menulis lebih baik lagi. Kadang kita lupa, bahwa para pembaca itu ternyata lebih pintar dari si penulisnya.

Nah, terima kasih sudah membaca tulisan saya ini. Jika menggeluti dunia kepenulisan, ingatlah hal paling utama: riset! Baik itu riset pustaka atau riset lapangan. Jika itu kalian lewati, maka ketika menulis, kalian hanya melamun. Saat melamun, biasaya ada roh jahat lewat, kesurupan, deh! Jadi “menulis itu bukan pekerjaan melamun tetapi melakukan kerja-kerja intelektual”.Masih belum jelas? Gabung saja ke “Kelas Menulis Gol A Gong”. Daftar segera ke Tias Tatanka di 081906311007.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *