Hidup Itu Penuh Resiko

Setiap sore aku duduk di halaman rumah, di bawah pohon seri. Istriku menyediakan kopi dan pisang goreng. Datanglah Rudi – sahabatku sejak SD.

Rudi terisak-isak.”Bisnisku hancur. Aku ditipu orang! Habis aku! Entahlah, aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghidupi keluargaku.”

Aku panggil istriku. Aku minta istriku membawakan beberapa liter beras di gudang hasil panenku di akhir tahun plus beberapa butir telur ayam dari kandang, .Rudi langsung permisi pulang membawa kegembiraan makan malam untuk kedua anak dan istrinya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *