Puisi Corona: Bianglala Tersenyum, Sayang!

Aku hitung harapan di berita kota, Sayang
headline itu tidak memisahkan cinta kita.
Suara di mickrofon memenuhi udara
Katamu, “Kita tidak terasing dari dunia.”

Hari berganti serupa bianglala, Sayang
semua warna tersenyum dalam lukisan
Jam berdetak menari di atas kepala
Katamu, “Masih ada yang bisa dipercaya.”

Kita berjalan di halaman depan, Sayang
pagi tadi anak-anak berlarian di rumput basah.
Apa yang kita tanam tumbuh mengangkasa
Katamu, ” Kita menuliskan wabah dalam puisi.”

Gol A Gong
Rumah Dunia, 11 April 2020

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *