Ketika Bercermin, Aku Baru Sadar Berlengan Satu

Tangan kiri saya diamputasi pada usia 11 tahun, kelas 4 di SDL XI Kota Serang, Banten. Kata Bapak, “Kamu harus baca buku dan olahraga. Dengan melakukan dua hal itu, kamu akan lupa bahwa kamu memiliki kekurangan.” Alhamdulillah, saya mengikuti anjuran Bapak dan memetik hasilnya selagi hidup. Surga itu sudah Allah berikan kepada saya selagi masih hidup. Semoga di akhirat pun saya mendapatkannya.

Jadi ridho Allah itu ridho orang tua, betul sekali. Di olahraga Badminton, saya bersaing dengan pebulutangkis berlengan dua. Saya pemain kedua di SMA jika ada pertndingan antar sekolah. Saat di FASA UNPAD Bandung pun, saya tim kampus dan single pertama. untuk atlet cacat, saya pernah menyabet 3 emas untuk single, double, dan beregu badminton di Fespic Games (sekarang Asian Para Games), Solo, 1985. Di Kobe, Jepang (1989) menyabet 2 emas untuk double dan beregu, serta 1 perunggu untuk single badminton. Berarti sudah 5 kali menerek bendera merah putih lebih tinggi dari bendera negara lain.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *