Puisi Itu Pengalaman Puitik Penulisnya

Seminggu di bulan akhir November 2020 ini saya merenung. Pertikaian agama, Covid-19, masker, dakwah, nabi, imam besar, presiden, gubernur, koruptor, Pilkada serentak memnuhi kepala. Saya sedih karena tidak mampu berbuat apa-apa. agama dan politik, betapa rumit.

Maka jadilah puisi di bawah ini. Jangan takut puisi yang kita tulis dicap jelek. Kalau dikritik sampah, jangan marah atau putus asa. Biarkan saja. Tugasmu mendokumentasikan perasaanmu sudah selesai. Tulis lagi puisi yang lain dan jadikan kritikan tadi penyemangat untuk memperbaiki diri.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *