Siapa tidak kenal Banjuarmasin? Pasar terapung, kuliner Banjar, sungai Martapura, dan kain sasirangannya? Pertamakali saya menginjakkan kaki ke Banjarmasin pada tahun 1987. Setelah itu hampir setiap tahun ke Banjarmasin diundang Balai Bahasa Kalimantan Selatan atau Adaro. Terakhir kali saya ke Banjarmasin sebelum pandemi Covid-19, yaitu diundang Balai Bahasa KalSel melakukan tour Gempa Literasi ke 7 Kota/Kabupaten.

Di tulisan ini, saya akan bercerita tentang “city tour di Banjarmasin” yang sangat memesona. Setelah diskusi “Dari Novel Bestsellers ke Film” bersama Forum Lingkar Pena di Banjarmasin Post, Selasa 5/3/2019 , saya diajak Zulfaisal Putra – budayawan KalSel, keliling kota Banjarmasin. Ada apa saja?

Please follow and like us:
error42
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia