Bagaimana Menghidupkan Puisi Pembuka di Film Balada Si Roy

Sebagai anak Sastra UNPAD Bandung, 1982-1985, secara moral saat itu saya prihatin menyadari puisi berjarak jauh dengan anak muda Indonesia. Karya pertama saya adalah puisi (1981). Itu sebab saya ingin puisi dikenal secara luas. Strategi yang saya ambil adalah menyelipkan puisi di novel Balada Si Roy. Saya dengan sadar membidik pembaca remaja dan memilih Majalah HAI, karena distribusinya menyentuh kota-kota di seluruh Indonesia.

Selain saya mengutip penulis dunia, saya juga meminta bantuan kepada Toto St Radik , Rys Revolta, Tias Tatanka , Dang Suganda, Dadi RSn, dan Heri H Harris. Tentu puisi-puisi Toto ST Radik memberi warna tersendiri dan paling sering dikutip oleh pembaca. Konon para remaja bandel waktu itu, sering menggunakan puisi Toto ST Radik untuk merayu cewek.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *