Setelah Menulis, Bercocok Tanaman Hias

Di bulan Desember 2020 ini, hampir setiap malamn hujan dan sisanya gerimis di pagi hari. Kampungku basah. Hari itu Jum’at 18 Desember 2020 ada webinar dengan Perpusnas RI soal Duta Baca Indonesia. Setelah itu aku harus melanjutkan menulis Prekuel Balada Si Roy: Spider.

Tapi mengawali pagi itu, kutengok beberapa pot tanaman hias yang tak terurus. Hmmm, aku harus membeli banyak pot, nih. Hmmm, berkah pandemi Covid-19, aku jadi peka terhadap halaman rumah.

Aku lihat hanya ada 2 pot tanaman lidah mertua. Dulu punya banyak lidah mertua. Sekarang sedang kurapikan lagi. Tinggal ini yang tersisa jenisnya. Dulu pernah punya yang warna hijau, yang pendek…

Aku rasa, mulai sekarang harus memasukkan lagi kebiasaan mengurusi tanaman setelah menulis novel. Aku diajari Emak dan Bapak. Sewaktu kecil, aku ingat di teras rumah Emak Bapak banyak tanaman hias kuping gajah, wijaya kusumah, lidah buaya, lidah mertua…. (GG

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *