Belajar Keberagaman dari Tanaman Hias

Proses kreatif menulis novel Balada Si Roy Prekuel

Di era pandemi Covid-19 ini yang jadi kendala bagi saya saat menulis adalah riset lapangan. Saya terbiasa mengaktifkan panca indera penciuman, penglihatan, perasaan dengan traveling.

Alhamdulillah, saya memaksimalkan proses traveling yang menahun sehingga tinggal cross check di riset pustaka. Selama Maret – Juli 2020 saya berhasil menyelesaikan novel “Lelaki di Tanah Perawan” dan tayang di platform digital Storial dot co. Mampir ke Storial dot co, ya. Ceritanya tentu cinta terlarang dibungkus petualangan dengan setting cerita pandemi Covid-19.

Nah, sekarang saya sedang menyelesaikan Balada Si Roy Prekuel. Dari sejak akhir Desember 2020 hingga sekarang, saya mencoba mencari-cari metafora keberagaman. Prekuel ini tentang geng Roy di Bandung, yaitu Spider. Geng ini beranggotakan Roy dari Bandung, Ucok Batak, Jimmy Menado, dan Yuke China.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Rambutan dan Kenangan Bapak dan Emak

Sepulang dari pasar, saya mendapati sekarung rambutan di dapur. Kata si bungsu, dari Yuni Astuti – relawan Rumah Dunia yang mengelola pondok pesantren Salsabila, Dalung, Kota Serang. Yuni, terima kasih rambutannya. Saya merasa dunia tersenyum dengan silaturahmi “murid” dan “guru” ini.

Saya jadi teringat Bapak dan Emak. Saat saya kecil, setiap musim rambutan dan duren rumah penuh dengan kiriman buah-buahan itu. Bapak dan Emak saya guru di Serang, Banten. Murid-muridnya dari Warung Gunung, Petir, Walantaka, Pamarayan, Curug, Taktakan, Ciomas, Padarincang, Sayar, Mancak, Pulo Ampel, Pulo Panjang. Kampung-kampung itu pada tahun 1970-an penghasil buah-buahan.

Pokoknya setiap akhir dan awal tahun, kami pesta rambutan dan durian. Kadang ada juga kecapi dan jamblang. Dua jenis ini mulai langka. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

“Roy itu gue banget!” Begitu Kata Pembaca

Hello, sahabat. Mari kita berdiskusi, ya. Saya ingin bercerita, bagaimana saya bisa mendapatkan ide menulis novel serial “Balada Si Roy”? Hal itu juga sering ditanyakan orang. Di tulisan ini saya akan menjawab dari sisi yang umum saja. Ya, dari mana saya mendapatkan ide menulis Balada Si Roy? Dari kisah anak muda di Indonesia. Bisa kamu, dia, mereka, atau siapa saja. Selama 6 tahun, 1981-87 saya melakukan riset pustaka dan lapangan.

Roy adalah anak muda yang pernah mengalami kehilangan sesuatu yang berharga yang dicintai dalam hidupnya. Itu sebab judul novelnya “Balada”. Ibarat musik, juga bisa seolah rock and blues.

Roy adalah kamu yang muda, yang gelisah dengan sekeliling. Sebelum nonton filmnya baca dulu novelnya. Pesan ke 081906311007.

#filmbaladasiroy
#IDNPictures
#golagong

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Bung Karno dan Sarinah

Bung Karno. Nama yang melegenda dan sangat dihormati. Dia bukan sekadar presiden tapi juga pemikir yang visioner dan seniman serba bisa. Genius, tentu. Otak kirinya dengan gelar Insinyur dan otak kanannya dengan imajinasi yang tak terbatas. Indonesia dibangun oleh Soekarno dengan imajinasinya yang tinggi.

Dan Sarinah. Ya,Sarinah. Tiba-tiba nama itu muncul di antara kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya di Kepulauan Seribu, banjir di Kalimantan Selatan, longsor di Sumedang, dan gempa bumi di Sulawesi Barat.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Lana Sekarang Jualan Jagung Manis

Lana. Tiba-tiba nama itu mencuat ketika suatu sore di minggu pertama Januari 2021, tepatnya di areal Rumah Dunia, Serang-Banten, ada anak muda mendatangi saya, mencium tangan saya. Ya, Lana. Dulu dia bocah kecil aktif di kelas teater Rumah Dunia. Sekitar 7 tahun lalu terkena penyumbatan di pembuluh darah. Stroke. Dioperasi. Kepalanya dibedah. Rumah Dunia galang dana. RS Sari Asih Kota Serang membantu. Biayanya lebih dari Rp. 70 jutaan. Alhamdulillah, gotong-royong.

Kini Lana sudah dewasa. Dia ingin membantu keluarga. Dia jualan jagung mnais keju. Saya senang melihatnya. Gerobaknya bagus. Kita doakan semoga barokah. Jika Anda sedang berada di kota Serang, terutama di kawasan Kemang – Bhayangkara – Ciceuri – Cipocok, sapalah dia. (GG)

Terima kasih kepada semua, para donatur dan kita semua.

#rumahdunia

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Apa Kabar Kelas Menulis Rumah Dunia?

Pada 2002 saya mebuka Kelas Menulis Rumah Dunia. Gratis. Saya bagikan pengalaman saya di dunia sastra, jurnalistik, dan film. Setiap angkatan belajar 6 bulan.

Kini menginjak tahun ke-18. Berarti sekarang sudah angkatan ke-37. Tugas akhirnya menulis cerpen, esai, dan novel.

Lulusannya ada yang bekerja jadi wartawan di Banten atau Jakarta, jadi penulis skenario di sebuah rumah produksi, dan membangun rumah produksi sendiri. Tapi sayang, sejak Maret 2020, Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-35 vacum. karena pandemi Covid-19.

Foto ini pertemuan pertama Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan ke-29, Minggu 22/1/2017.

Kita berdoa semoga dengan adanya vaksin Covid-19 ini keadaan pulih, sehingga Kelas Menulis Rumah Dunia bisa berjalan seperti sedia kala.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5