Saya Berdarah-darah Menciptakan Tokoh “Roy” di Novel Balada Si Roy

Saya mulai rajin mencatat setiap fenomena peristiwa anak muda pada saat kelas 1 SMA di Serang pada 1980. Terus mencatat hingga kuliah di Fakultas Sastra, UNPAD Bandung (1982). Pada 1985 saya mengambil keputusan penting, yaitu mengundurkan diri dari kampus. Saat itu saya harus menemukan “ruh” seorang petualang. Saya ingin spirit seorang petualang itu hadir pada sosok anak muda bernama “Roy”.

Saya jadi seorang traveler atau istilah sekarang: backpacker. Saya memulai avonturir dari kota Serang, 1985, terus setiap jengkal tanah saya teliti. Saya jalan kaki, naik truk, kereta, atau sesuka hati. Tidur di stasiun, terminal, pasar, pos ronda, emperan toko, kantor pemerintahan, teras masjid, pos polisi, hotel murah, atau di rumah Pak RT/RW. Sesuka hati saja selma 2 tahun hingga 1987.

Please follow and like us:
error2
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *