Berita Berkelanjutan di Koran Lokal

Selasa 16 Maret 2021, halaman “Radar Lebak” menurunkan berita berkelanjutannya, yaitu “Pelaku Pencabulan Diancam 15 Tahun Penjara”. Si Wartawan menulis laporannya dengan sangat gamblang. Diceritakan di lelaki bejad (ayah tiri) menikahi seorang janda beranak satu. Si ayah tiri menyetubuhi anak isterinya berkali-kali. Kenapa bisa begitu? Ternyata si anak (tiri) mempunyai penyakit gatal-gatal. Ayah tirinya mengaku bisa menyembuhkan dengan cara bersetubuh. Ayah kandung si anak yang pejabat mendapat laporan dari mantan isterinya, langsung melaporkan peristiwa itu kepada Polres Lebak.

Itulah “dampak positif” dari sebuah peristiwa yang dilaporkan wartawan. Inilah yang dikategorikan “nilai berita”. Sebagai pembaca, saya salut dengan kinerja si wartawan. Semoga dengan pemberitaan seperti ini, para ayah-ibu semakin hati-hati mendidik putra-putrinya.

Tapi sebagai penulis, saya tertarik dengan judul berita “Pelaku Pencabulan Diancam 15 tahun Penjara”. Nah, diksi “diancam’. Ayah tiri sebagai pelaku pencabulan “diancam” oleh siapa?

Bagaimana kalau judulnya : Pelaku Pencabulan Terancam 15 Tahun Penjara?

Saya paling malas kalau harus membuka KBBI lagi. Tebalnya itu, lho…

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *