Menampilkan: 1 - 6 dari 7 HASIL
Berita Literasi

Gusur Adhikarya, Lupus, dan Saras 008

Apa yang bisa aku kenang dari seseorang bernama Gusur Adhikarya selain buku dan penerbitan? Isi kepala Gusur itu perpustakaan. Wajar kalau dia pernah jadi boss majalah Jelita dan Story, serta tabloid Gaul. Dia ingin seperti guru kami – Arswendo Atmowiloto, raja penerbitan dari Palmerah Selatan. Saat masih bujangan di Palmerah Utara, 1988-1992, setiap main ke …

Catatan Duta Baca Indonesia 2021-2025

Balai Pustaka yang Kurindukan

Hingga hari ini, wisata edukasi saya dan Tias Tatanka di Balai Pustaka masih berkesan. Belum hilang dari ingatan, bagaimana Mbak Huri¬†@huriyaniazra¬†memandu kami menyusuri lorong-lorong peradaban. Literasi Indonesia dimulai di sini. Balai Pustaka yang kurindukan. Oh! Balai Pustaka di Jl. Bunga 8-8A, Matraman Raya, depan stasiun kereta Pondok Jati, Jakarta, bagi saya bukan sekadar penerbitan, tapi …

Catatan Duta Baca Indonesia 2021-2025

Akademi Literasi Perpusnas RI Mengangkat Derajat Para Pegiat Literasi

Peluncuran Akademi Literasi, Perpusnas RI, Auditorium, lantai 2, Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 16 Juni 2021. Sebuah ruang tamu di dunia maya untuk para pegiat literasi. Setelah Perpusnas RI direvitalisasi, tidak lagi sebagai gudang buku atau tempat bagi para peneliti, tapi sebagai pusat transformasi ilmu pengetahuan. Perpustakaan Nasiona RI menjelma jadi Perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Karakter Tokoh

Tukang Koran Jadi Tokoh Jahat di Cerpen yang Kita Tulis

Masihkah Anda menemukan orang membeli koran dan membacanya di taman-taman? Jika Anda menemukan orang menjual koran di perempatan jalan, belilah satu atau dua koran; anggap saja bersedekah. Nah, si penjual koran bisa kita jadikan “tokoh” dalam cerpen kita. Kemudian kita kembangkan karaktrenya jadi antagonis. Konfliknya akan terasa kuat. “Sudah miskin, kok, jahat!” kira-kira seperti itu …

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)