Saya menyukai kegiatan bersepeda sejak kecil. Sepeda mini. Bahkan setelah tangan kiri saya diamputsi pada 1974, nge-gowes sepeda tetap saya lakukan. Tidak sekadar ke sekolah, tapi ke Banten Lama yang jaraknya 10 km. Terus ke Merak, ke Anyer, yang jaraknya 40 km.

Honda ADV – motor kebanggaan

Waktu berlalu. Di SMAN mulai mengenal motor. Honda ADV – motor kebanggaan. Kegiatan bersepeda selesai, tapi lari pagi tetap saya lakukan. Jadi bersepeda bag saya waktu itu lebih pada unsur petualangannya. Jika untuk kesehatan, saya rutin lari.

Puncak dari kegiatan bersepeda adalah ketika saya traveling di Asia. Saya membeli sepeda di Kuala Lumpur. Saya bersepeda hingga ke Singapura. Kemudian kembali ke Kuala Lumpur naik taksi. Dari Kuala Lumpur memulai travel-bike atu bikepacker ke Bangkok selama 50 hari.

Saya mengayuh sepeda setiap hari dengan santai di Malaysia dan Thailand; saya mampir ke beberapa tempat, mewawancarai orang-orang kemudian mencari penyewaan mesin tik. Tulisan catatan pejalanan itu saya kirim lewat express mail service ke majalah Anita Cemerlang di Jakarta. Bens Leo mengirimkan honorarium lewat Hongkong Bank. Itu tahun 1990, belum ada smartphone. Saya tidur di hotel low budget, bahkan di wat alias candi.

Sekarang banyak orang bersepeda mengelilingi Indonesia. Ada Purnama Rafli, juga Kidung Saujana. Mereka bikepacker, mendedikasikan hidupnya dengan bersepeda di jalanan. Purnama Rafli pernah bersepeda keliling Jawa, juga menyusuri Sumatra.

Purnama Rafli – bikepacker asal Cimahi, Bandung/foto dok Rafli – IG

Kidung Saujana sudah 1 tahun lebih dari Bandung bersepeda menuju Nepal. Sekarang sudah di Thailand. Garis Langit Expedition, Cycling from Bandung to Everest. Kita doakan, semoga berhasil mencapai tujuannya. Masih panjang jalan yang harus dilalui. Dari Thailand ke Myanmar, Bangladesh, terus ke India dan terus menuju utara ke Nepal.

Kidung Saujaa dengan Garis Langit Expedition

Please follow and like us:
error51
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia