Batik Air menyenangkan. Pramugarinya ramah dan melayani. Saya dan Rudi betul-betul kelelahan. Sepanjang perjalanan tertidur. Kami terbangun ketika pesawat siap mendarat. Dua jam perjalanan, tidak terasa.

“Untung mendarat di Samarinda. Dekat ke lokasi acara. Coba kalau di Balikpapan. Acara bisa bubar,” kataku bercanda.

Saya sebagai Duta Baca Indonesia diundang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur mengikuti Library Tour di 4 Kabupaten. Kegiatan pertama di gedung perpustakaan, pelatihan membuat big book – alat peraga literasi dari dus bekas.

Tiba-tiba pesawat Batik Air yang siap mendarat kembai naik ke udara. Terdengar suara Kapten pilot, “Mohon maaf, karena cuaca dan jarak pandang, pesawat gagal mendarat. Pesawat akan memutar. Jika jarak pandang masih tidk memungkinkan, pesawat akan mendarat di Balikpapan.”

Walah. Jangan sampai mendarat di Balikpapan. Acara bisa bubar. Saya deg-degan. Pesawat memutar. Saya coba hitung, sekitar 15 menit. Hening. Saya berdo’a. Semoga pesawat Batik Air diberikan kemudahan mendarat di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.

Alhamdulillah, semuanya lancar. Pesawat Batik Air mendarat dengan mulus. Pilot pesawat Batik Air berhasil mengatasi masalah cuaca dengan profesional.

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia