Bedah Buku dan Film Balada Si Roy di Motobaik Cafe Balikpapan

Pristiawan Bayu Aji sebagai pemilik cafe Motobaik yang menggagas acara ini. “Mumpung Mas Gong lagi di Samarinda. Diculik dulu ke sini,” kata Aji. Tentu saya senang acara di Motobaik Cafe yang mengusung taglie Tempat berkumpul anak motor, tempat berkumpul orang baik.

Acaranya meriah. Setelah selingan musik Marakamanta, kejutan terjadi. Saya diberi hadiah lukisan potret diri. wah, mirip! Itukarya perupa Balikpapan, Om Cadio. Di dala hati saya tegaskan, lukisan itu harus sampai di rumah dan menghiasi wall of fame.

Diskusi berlangsung seru. Banyak yang menanyakan, apakah saya ini sebagai tokoh Roy. Bahkan ada yang menganggap saya memang Roy. Saya jelaskan, bahwa proses menulis Balada Si Roy itu berdarah-darah.

Episode pertama Balada Si Roy (BSR) adalah Joe, dimuat bersambung di majalah HAI edisi 8 Maret 1988. Saya mulai menulisnya tahun 1981 saat masih di SMA. Tujuh tahun berproses. Jika ada yang bertanya kunci keberhasilan BSR apa, saya jawab: keberhasilan riset.

Ketika beralih ke film Balada Si Roy, teaser pertama Balada Si Roy yang hanya 38 detik diputar. Peserta diskusi sudah tidak sabar ingin menonton. Mereka bertanya, kapan film Roy tayang? Saya sejak awal kegiatan sedang chit-chat dengan Fajar Nugros – sutradara. Kata Fajar, “Pokoknya akhir tahun 2022 tayang. Tatpi bukan November dan Desember. Wah, teka-teki ini. Bisa jadi Oktober atau September. Tungguin saja.

Acara seru ini ditutup dengan bagi-bagi hadiah. Saya menghadihkan kaos film Balada Si roy. Kegiatannya yang menyenangkan.

Gol A Gong

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)