Ada yang selalu menarik perhatianku jika sedang berada di Kupang, yaitu bunga sape atau flamboyan yang berwarna orange dan mercusuar. Jika bunga sape sedang berbunga seolah menyambutku. Betapa indah jalanan Kupang. Pohon sape berjejer. Ini khas.

Dan jika sedang minum kopi di kota lama Kupang, mercusuar berdiri menjulang seolah memanggiliku untuk datang. Aku memutuskan menjadikan kota lama Kupang jadi setting lokasi di novel terbaru saya – Aku Tunggu Kau di Mercusuar.

Di kampungku, jika di alun-alun, pohon asam Jawa berjejer, warisan Belanda. Tapi beberapa sudah ditebang dan kini tidak lagi memiliki identitas pohon. Di Bandung pohon mahoni berjejer, tapi juga mulai ditebangi. Di Jakarta juga. Tapi mercusuar di kampungku – Anyer, Banten, masih bertahan.

Berkunjunglah ke Kupang di November dan Desember. Bunga-bunga Flamboyan bermekaran di setiap sudut kota. Betapa indah.

Tapi mercusuar di kota lama Kupang juga setiap saat menantimu. Bagaimana dengan kotamu? Pohon angsana? Ada mercusuarnya?

Gol A Gong

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia