Aku mengenal Tias Tatanka di Solo pada 1990. Tanpa disengaja. Dia datang ke sebuah acara dimana dia langsung memikat hatiku. Kumisnya yang tipis. Seragam putih abu-abunya. Dia masih pelajar kelas 3 SMA dan mengkritik novel serial Balada Si Roy yang aku tulis terlalu menggampangkan perempuan.

Aku tidak memedulikan kritikannya. Aku malah menghadiahi Tias buku Balada Si Roy episode Joe dan aku tulis sebuah puisi gombal:

Jangan biarkan rindu bergelora
Cukup pelihara saja
Abadi di hati

Tapi saat menulis itu, saya merasa yakin, bahwa Tias pasti akan selalu merindukan aku. Itu terbukti. Enam tahun kemudian, aku datang melamarnya dan dia langsung menerimaku.

Selamat ulangtahun, Honey. Happy birthday, istriku! Sehat selalu. Rajin berolahraga. Mamah selalu menyuruhku diet, justru Mamah harus diet juga. Kita harus saling menjaga kesehatan agar bisa keliling dunia, menemui anak-anak kita kelak yang bertebaran di muka bumi.

Mas kawinku kepadamu belum lunas. Janji memberimu mas kawin keliling dunia dicicil, baru 10 negara yang aku penuhi. Semoga Allah memudahkan segala urusan kita. Aamiin.

Happy birthday, istriku!

Gol A Gong

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia