Aktivitas bang Mev yang konsisten posting buku-buku jualannya di IG dan Fb membuat saya penasaran ingin tahu apakah ia hanya berjualan buku tok, atau punya pekerjaan lain. Kami pun berkomunikasi via WhatsApp.

Bang Mev mengaku hanya fokus berjualan buku. Ia pun bercerita penyebab ia kuyup di dunia niaga buku.

“Awal pernikahan saya nganggur, bingung mau usaha apa, kebetulan barang yang saya miliki hanya buku. Akhirnya buku koleksi saya, saya jual untuk bertahan hidup, setelah itu ternyata nyaman berjualan buku, jadinya keterusan sampai sekarang.” Ujarnya.

Siapa sangka dari hobi baca, mengoleksi buku, kini buku menjadi penopang hidupnya. Kini, di Stasiun Buku Lenteng bahkan ia bisa mempekerjakan 2 orang karyawan (Adik dan tetangganya) dari kampung.

Dengan sewa kios 15 juta pertahun pria lulusan STAI Darul Ma’arif asuhan KH. Idham Chalid ini bisa eksis berjualan hingga sekarang. Perbulan ia bisa menjual kisaran 500 eksemplar buku. Kalikan saja jika misalnya perbuku 50.000,- sudah berapa?

Saat ditanya kenapa memilih jualan buku di Jakarta, Pria yang meminta pemerintah menindak tegas pelaku pembajakan buku ini mengaku sudah dari sejak 1998 ia sudah merantau di Jakarta jadi istilahnya sudah tahu medan. Makanya berjualan di Jakarta.

Meski harus jauh dari anak dan istri yang ditinggal di kampung, dan pulang sebulan sekali, Mev mengaku nggak masalah. Istri dan kedua anaknya pun tak keberatan, “Toh, sekarang bisa chat dan video call meski berjauhan, yang penting kebutuhan terpenuhi,” ujarnya terkekeh.

Pembeli yang datang langsung ke kiosnya beragam; dari pelajar, mahasiswa, dosen, wartawan, peneliti, penulis, hingga anak band dan sutradara. Ia menyebutkan beberapa nama seperti, Mike Marjinal, Che Cupumanik, Adam Koil, Joko Anwar, dan Riri Reza yang pernah beli buku di kiosnya.

Untuk buku-buku langka pria yang sangat terpengaruh oleh buku Psikologi Komunikasi Kang Jalal ini bisa menjual dengan harga tinggi. Tiga jilid buku lukisan Soekarno terjual 5 Juta, Madilog Tan Malaka cetakan pertama 1 juta, Arus Balik Pramoedya 1,5 juta.

Mengikuti perkembangan zaman, Mev tak hanya berjualan secara offline, kita bisa menengok lapaknya di Fb : Mevlana Kaisya Daffa, IG : @stasiun_buku_lenteng1, Tokopedia dan Shopee : Stasiun Buku Lenteng.

Jika ingin langsung merasakan suasana dan kondisi di kiosnya, anda bisa naik kereta turun di Stasiun Lenteng Agung, keluar lewat pintu barat nah tokonya nempel dengan stasiun, jadi nggak perlu nyebrang jalan. Atau jika hendak bertanya prihal buku yang sedang Anda buru silakan WA ke nomor 085722775999, pria bernama asli Husna Maksudi akan melayani Anda dengan sepenuh hati.

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia