Aku tidak akan menulis apa-apa kali ini tentang cerita kelahiranku. Aku hanya akan mencari foto-foto lamaku saja. Izinkan aku membongkar dokumentasi foto-foto saat kecil di Museum Literasi Gol A Gong. Aku hidangkan di sini. Sebisanya, semacam kaleidoskop bagi diriku. Di bawah ini foto pertama, saat aku maih di TK Pertiwi, Kota Serang, 1969. Lokasi TK di dalam Komplek Karesidenan Banten (sekarang Gedong Negara).

Aku masih di TK Pertiwi, Kota Serang,1969. Tebak, aku yang mana?

Ya, Aku dalam Dokumentasi Foto Saat Kecil yang kedua sekarang. Foto kedua saat aku di SD, belum diamputasi. Aku dan Teh Dian diajak Bapak dan Emak mengadiri perpisahan SPGN Serang – Sekolah Pendidikan Guru, sekitar 1973. Coba lihat foto di bawah ini:

Aku diajak Bapak-Emak menghadiri malam perpisahan siswa SPGN Serang, 1973. Aku maih berlengan dua

Nah, foto di bawah ini aku temukan pada 1996. Saat itu aku mau menikah dengan Tias Tatanka. Bapak yang menyerahkan foto ini. Aslinya entah ke mana. Untung masih sempat aku scan. Coba lihat, apa yang kamu rasakan ketika melihat foto di bawah ini? Isi di kolom komentar ya:

Emak bercerita kepadaku soal foto ini. Aku bertanya, kenapa aku tersenyum? Kok, tidak bersedih? Jawab Emak, saat itu aku baru terbangun dari operasi panjang. Aku kaget melihat tanganku buntung.

“Apakah tanganku nanti panjang lagi, Emak?” tanyaku saat itu.

Emak menjawab, “Panjang lagi!”

Aku gembira dan meminta difoto saat itu juga. Aku bepikir, bahwa gigi copot, tumbuh lagi. Rambut dicukur, panjang lagi. Tubuh luka, dijahit, tertutup lagi. Tangan kiri diamputasi, pati panjang lagi ong. Logikaku waktu itu.

Apakah kemudian panjang lagi? Silakan komentari di kolom komentar. Apakah tanganku panjang lagi? Komentar terbaik akan mendapatkan buku karyaku yang berjudul Balada Si Roy:

Selamat bergembira, Kawan! Hidup harus terus diperjuangkan bukan dengan cara meratapi nasib atau meminta belas kasihan! Ya, hidup adalah perjuangan dengan keteguhan hati!

Gol A Gong

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia