Jika saya harus memiih antara kopi dan teh di mea makan, saya masih memilih teh. Lebih asik ketika melihat warnanya, tidak sepekat dan sepahit kopi. Ketika meminum kopi, perasaanku terasa pedih: kopi sudah pahit, hitam kelam warnanya, semakin menambah kepedihan. Itu sebab saya menulis buku puisi “Air Mata Kopi’, yang menggambarkan kepedihan nasib bangsa Indonesia – terutama para petani kopinya.

Please follow and like us:
error50
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia