Eva Sulvianti, Guru PAUD Haifa Montessori Islamic School yang Senang Mengajar

“Cita-cita saya memang jadi guru. Kalau ditanya suka-duka menjadi seorang guru apa saja, saya pikir banyak sukanya dibanding dukanya. Karena menjadi guru itu adalah pekerjaan mulia yang tidak hanya berpatokan dengan materil yang kita dapatkan. Dukanya adalah pada saat kita tidak bisa memberikan hal yang bermakna untuk anak karena pengetahuan yang kadang minim,” kata Eva kepada wartawan golagongkreatif.com, Kamis (25/8/2022).

Istri dari Deni Setiyadi (27) ini mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Haifa Montessori Islamic School yang beralamat di Komolek Tumaritis Indah, Kecamatan Cipocok Jaya sebagai guru PAUD dan Les Calistung dengan metode montessori.

“Sekolah ini mengajarkan kepada anak menggunakan metode montessori yang menjadi pengetahuan baru untuk saya pribadi. Sejak dulu memang sudah senang mengajar karena dilahirkan dari keluarga guru dan lingkungan membentuk saya menjadi senang mengajar,” paparnya.

Eva melanjutkan, di PAUD Haifa Montessori Islamic School menggunakan metode montessori yang memang semuanya tersusun rapi dengan silabus dan belajar menggunakan benda konkret. “Jadi guru akan mengarahkan anak sesuai tingkatan belajarnya masing-masing dan tanpa terlalu banyak intervensi. Tipsnya harus mencintai pekerjaan dan bersikap seperti kita mencintai diri kita sendiri pada saat berhadapan dengan anak,” jelasnya.

Lulusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Kampus Serang ini punya pendapat tersendiri terkait pendidikan PAUD di Kota Serang. Menurutnya pendidikan, khususnya pada tingkatan PAUD masih perlu diperbaiki baik dari segi metode, penerapan kurikulum dan SDM yang masih perlu dibina supaya memahami pengajaran di sekolah PAUD itu baiknya seperti apa.

“Untuk masukan bagi pemerintah, sekolah PAUD adalah gerbang pertama anak memasuki kehidupan sosialnya, jadi pada jenjang ini seorang guru PAUD bukan hanya sekedar mengajar, tetapi harus jadi peran utama di sekolah setelah orangtua di rumah. Maka dari itu, pemerintah harus konsen terhadap pendidikan anak usia dini, baik dari managemen SDM, pengelolaan lembaganya dan peningkatan kesejahteraan bagi guru PAUD yang kebanyakan hanya honorer yang mendapatkan gaji masih jauh dari kata layak. Kedepan mungkin pemerintah daerah juga bisa mengalokasikan dana untuk tunjangan guru yang diperoleh dari pendapatan daerah sendiri,” pungkasnya. *

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)