Saefullah: Kerja di Damkar Bukan untuk Cari Uang tapi Diniatkan Sebagai Ibadah

Bagian personil pemadam kebakaran dan penyelamanatan ini sudah bekerja di DPKP Kota Cilegon sejak tahun 2000. Dulu tugas kerja Saefullah di Damkar Kabupaten Serang. Namun sejak 2002 ia dipindahkan ke Cilegon. “Tapi untuk tugas kerja di mana saja. Tidak hanya wilayah Cilegon. Keseluruhan wilayah saja. Jika ada panggilan dari wilayah lain, kita turun tangan,” kata ayah tiga anak ini bercerita.

Saefullah melanjutkan, wilayah penanganan Damkar mencakup empat zona. Pertama zona laut, sungai, darat dan rimba. Mencakup semua tempat. “Damkar kerjanya 24 jam. Karena kebakaran kan tidak bisa diprediksi,” papar suami dari Susanti (40) ini.

Ia menambahkan, bahwa tugas Damkar tidak sebatas melakukan penyelamatan saat terjadi kebakaran. Melainkan juga memberikan pelayanan, sosialisasi pencegahan, dan sosialisasi pemadaman. Sesuai dengan visi-misi Damkar.

“Seorang pemadam juga harus memberikan edukasi pada masyarakat soal pencegahan. Supaya tidak terjadi kebakaran. Pertama yang harus dilakukan masyarakat adalah dengan menghindarkan dari hal-hal atau barang yang mudah terbakar. Termasuk juga ibu-ibu, jangan membiarkan bekas tumpukan minyak berceceran di sekitar kompor. Karena jika terjadi kebakaran akan menyambar dan sulit dipadamkan,” terangnya.

Hal lainnya, masih menurut Saefullah, yang mesti diutamakan masyarakat adalah soal pencegahan. “Kalau mau keluar rumah, biasakan regulator gas LPG dicabut. Lalu matikan listrik. Dan cabut colokan yang tidak terpakai. Setelah kembali dari rumah, pastikan tidak tercium bau gas. Kalau tercium ada bau gas bocor, buka dulu ventilasi udara. Setelah bau hilang, baru nyalakan lampu,” jelasnya.

Terjadinya kebakaran dikatakan Saefullah karena banyak hal. Bisa karena human error atau kelalaian manusia, kecelakaan, konsleting listrik atau bisa juga karena disengaja.

Banyaknya kejadian kebakaran dikatakan Saefullah salah satunya karena kurangnya pemberian informasi atau edukasi kepada masyarakat.

“Untuk penanggulangan apabila terjadi kebakaran, yang pertama masyarakat jangan panik. Kedua, matikan Miniatur Circuit Breaker (MCB) listrik, lalu minta bantuan masyarakat. Selanjutnya jika api tidak bisa dipadamkan, segera hubungi kantor kebakaran ke nomor pusat 113,” ujarnya.

Saat ditanya pengalaman apa yang masih teringat saat menaklukkan si jago merah, Saefullah ingat betul, ia dan timnya menangani kebakaran Kapal Laut Teduh di Merak tahun 2011 silam. Saat itu kapal hendak menuju Lampung. Kebakaran terjadi akibat ada mobil yang terbakar.

Saat itu tim penyelamat dari gabungan turun. Termasuk dari Damkar Cilegon. Selama lima hari, Saefullah ada di dalam kapal untuk memadamkan api dan mencari korban.

“Saya dan tim menemukan 32 korban meninggal. Kebakaran terjadi pukul 03.00 dini hari di tengah-tengah laut.


Satu hari, saat api sudah berhasil dipadamkan, Saya lagi istirahat sebentar, tiba-tiba dapat mimpi didatangi para korban meninggal, mereka bilang ‘Kang saya ada di sini,’ jadi seolah mereka memberi tahu. Ada korban meninggal yang tertimbun pupuk, padahal tempat itu sudah kita lewati berkali-kali. Saat digali lagi, ternyata benar mayatnya ada di sana,” pungkasnya.

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)