Saya Ingin Sekali Keliling Dunia

Sekarang sudah 20 negara atau baru 20 negara saya kunjungi. Beberapa kali hendak ke negara yang ke-21, tapi selalu saja gagal. Tidak apa-apa, saya tetap bersyukur dengan kenikmatan ini. Saya bisa ke 20 negara, bisa menulis 126 buku, membangun komunitas Rumah Dunia, dan banyak lagi… Saya harus mensyukurinya.

Saya Ingin Sekali Keliling Dunia. Kenapa? Saya tidak ingin seperti katak dalam tempurung. Di dalam Al Quran saja banyak ayat yang menganjurkan kita bertualang, melakukan perjalanan. Ada satu surat yang saya suka, yaitu:

Surah Ar-Rum Ayat 42, “Katakanlah: ‘Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)’.”

Ayat-ayat itu menyuruh kita traveling untuk belajar dari orang-orang sebelum kita. Traveling bukan sekadar bersenang-senang saja, tapi juga bersikap kritis dengan cara menuliskannya.

Petualang Ibnu Batutah pernah menulis, ‘ “Bepergian – itu membuat Anda tidak bisa berkata-kata, kemudian mengubah Anda menjadi pendongeng.” Awalnya kita terpesona oleh keajaiban-keajaiban tempat yang kita kunjungi. Tapi setelahnya, kit akan bersemangat menceritakannya kepada orang-orang.

Siapa tidak mengenal petualang asal Maroko itu? Selama 29 tahun dia habiskan waktunya untuk bertualang. Dia sudah mengunjungi 40 negara – saya baru 20 negara. Dia menuliskan kisah pengembaraannya dalam buku berjudul Rihla. Dia mendokumentasikan seperti apa kehidupan abad ke-14. Dia lahir 24 Februari 1304 M di Tangier, Maroko.

Keinginan keliling dunia itu tetap saya rawat hingga sekarang. Semoga Allah SWT memberi saya kesempatan, kesehatan, dan rezeki untuk mewujudkan mimpi itu. Amin. *

Please follow and like us:
error18
fb-share-icon0
Tweet 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)