tak sanggup aku menuliskan sajak
tentangmu, kisah-kisah di balik lekuk.
biar sajalah, kuberangus kata dan
menyimpannya rapat terkunci dalam peti
tak berharap bangkit dari kubur.

kali ini, kunikmati jejak yang ditinggalkan
para perempuan menera warna ditingkah
tawa dan suka-cita. bersama mereka aku
mengeja kesabaran lembaran-lembaran
mori bercap lilin. dan kuas bambu rela
dicelupkan sebagai warna apa saja.

Serang – Banten, 15 September 2017
Suatu siang di Batik Banten

Please follow and like us:
error42
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia