Seniman yang terkesan urakan jauh dari keteraturan, ternyata memiliki kehalusan budi dan komitmen yang kuat untuk menghargai nilai-nilai moral. Rendra telah mengingatkan kita untuk bersikap tepat dan bijak, dengan kata lain kita tidak bisa menilai seseorang itu baik atau buruk suka tidak suka hanya karena faktor penampilannya semata.

Secara tematik, cerpen-cerpen yang dibuat Rendra terbilang memungut atau memotret hal-hal keseharian; soal “siksaan” jerawat (Muka yang Malang), perempuan yang minder lantaran tak memiliki perhiasan (Ia Punya Leher yang Indah), berbagai karakter unik para petugas ronda (Orang-orang Peronda), menampilkan karakter sosok lugu vs licik (Ia Teramat Lembut), sikap kritis jiwa kanak-kanak yang selalu melontarkan tanya (Ia Masih Kecil), dilema hamil di luar nikah (Ia Membelai-belai Perutnya), anak yang merasa terbuang dan merindukan kehadiran sosok seorang bapak (Sehelai Daun dalam Angin), gambaran sikap orangtua yang terlalu membangga-banggakan salahsatu anaknya (Pohon Kemboja), otokritik terhadap dunia kesusastraan dan kesenian yang terkesan hanya sibuk mengurusi dunianya sendiri sehingga abai menjawab prolematika realitas yang ada (Wasya, ah, Wasya), seni “menertawakan” kesedihan yang akan mengingatkan kita pada sosok Dilan karya Pidi Baiq (Gaya Herjan), dan banyak lagi.

Rendra di beberapa cerpennya terkesan tidak terlalu mementingkan penggambaran setting atau suasana secara indah dan detail sebagaimana gaya cerpenis saat ini, lebih kepada penguatan karakter atau dialog-dialog filosofis tokoh-tokoh rekaannya. Setting bagi Rendra hanyalah membantu menghidupkan perbuatan tokoh-tokohnya, itupun dibuat dengan singkat dan mini kata, perhatikan misalnya penggambaran setting lokasi berikut; Di kiri kanan kami sawah yang baru ditanami, seperti sebuah kepala yang dicukur model potong pendek. (hlm 120). Cerita bagi Rendra dapat kita baca sebagai media penyampai amanat atau pesan yang mungkin tak terwakilkan jika disampaikan melalui jalur esai atau puisi yang kerap dipakainya.

Kumpulan cerpen yang juga memuat biografi singkat Rendra di lembar-lembar akhir ini, merupakan warisan berharga untuk para pegiat atau penikmat sastra dari mendiang si Burung Merak yang patut jadi koleksi sekaligus referensi bacaan untuk lebih mengenal lebih dekat siapa Rendra sesungguhnya. Karena tak hanya karya-karyanya yang luar biasa yang patut kita baca, lewat biografi singkat di akhir buku ini, ternyata pernak-pernik prikehidupan Rendra yang penuh warna tak kalah unik dan menginspirasi untuk kita jadikan cermin untuk berkaca.

Judul : Pacar Seorang Seniman
Penulis : W.S. Rendra
Penerbit : Bentang
Tahun : Oktober, 2016
Tebal          : x+186 hlm
ISBN : 978-602-291-274-3

Please follow and like us:
error53
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia