Para penyair dari perwakilan negara tersebut merasa senang dan bangga bisa berada di acara TPAT ini dan dipilih untuk membacakan puisinya pada malam pembukaan.

Sebelum membacakan puisinya yang berjudul Kubu Gadang, Toto ST Radik memberikan prolog singkat bahwa dirinya merasaya bersyukur bisa menginjakkan kaki di Padang Panajang. Pada TPAT yang pertama ia belum bisa datang ke Padang Panjang.

“Alhamdulillah hari ini saya dan kawan-kawan dari Banten (Rahmat Heldy HS, Ahmad Wayang dan Rudi Rustiadi-red) bisa hadir di Padang Panjang. Kami melakukan perjalanan Safari Literasi dari tanggal 19 November 2022 menemani duta baca Indonesia saudara Gol A Gong dengan rangkaian kegiatan dari Lampung, Padang, Lubuklinggau, Tebo-Jambi dan akhirnya ke Padang Panjang,” kata Toto pada malam pembukaan di Mifan, Padang Panjang, Rabu, (30/11/2022).

Ditemui di tempat yang sama, Djaslam Zainal (62) penyair asal Malaysia mengatakan dirinya ke Padang Panjang sudah kedua kalinya mengikuti acara TPAT. “Ya betul, ini yang kedua kali saya ikut TPAT. Acaranya sangat bagus menurut saya. Dan saya berangkat bersama istri saya,” ujar pegawai kebudayaan di Malaysia ini.

Hal yang sama juga dikatakan Nik Mansoor (34), penyair yang lahir di Kampung Machrout, Chau Giang, Chau Doc, Vietnam Selatan ini mengaku kegiatan TPAT sangat bagus dan meriah.

“Ini kali pertama saya ke Padang Panjang. Saya baru sampai lokasi, Rabu malam ini. Di sini seru sekali, suasana orang Indonesia dengan sastra lebih minat daripada di Vietnam. Dan semua mendukung kegiatan sastra, seperti Dinas Perpustakaan, walikota dan lain-lain. Kalau di Vietnam jarang para pejabat mendukung kegiatan sastra,” kata Mansoor kepada wartawan.

Saat ditanya bagaimana geliat sastra di Vietnam, khususnya sastra puisi? Mansoor mengakui kegiatan puisi di Vietnam juga ada. “Tapi dalam kelompok yang minat saja. Kelompok kecil. Di sana kebanyakan yang minat puisi orang-orang tua,” ujar Mansoor.

Sementara itu, Nur Fauziatul Pisra (20), penyair asal Payakumbuh, mengaku baru pertama mengikuti kegiatan TPAT ini. Menurutnya acara TPAT ke-II ini bagus dan keren. “Mungkin karena ini sudah dirancang jauh-jauh hari, jadi hasilnya bagus dan meriah,” kata Mahasiswa semester V, Prodi Seni Teater Institus Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang menutup obrolan. (*)

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia