Ketika SMA, saya senang bercelana blue jeans. Mereknya Levi’s dan original. Emakku sangat baik. Emak memberiku hadiah celana blue jeans mahal itu. Setahun, ya, cuma beli sekali.

Kadang celana itu saya pakai seminggu, dua minggu, dicuci, dijemur, dipakai lagi hingga lusuh. Kemudian saya menulis di buku harian:

“Hidup bagiku ibarat celana jeans. Semain ia lusuh, semakin ia enak untuk dinikmati.”

Kemudian itu jadi bagian dari Balada Si Roy.

Please follow and like us:
error51
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia