Keindahan malam hari di tempat ini cukup memukau, lampu yang bervariasi membuat tempat lebih cantik, suara ombak membawa kami pada ketenanga. Saya rasa jika tempat ini dijadikan pilihan nge-date sangat tepat, karena konsep dekorasi mendukung keromatisan.

Ya, jika pengelolaan tempat wisata sebaik ini, tentu potensinya biasa menjamin kemajuan ekonomi di bidang pariwisata, mampu menarik para wisatawan mancanegara. Dengan sederet ciri khasnya, seluruh pantai berpasir putih di bumi ini bisa dijadikan destinasi berlibur bersama keluarga, teman, atau pasangan. Terpenting konsep yang disajikan jelas, halnya pantai ini yang memiliki nuansa dan furnitur khas pantai Bali. Namun, lebih bagus ditambahi konsep-konsep khas Banten.

Hari berganti, tetapi saya sangat enggan untuk melangkahkan kaki ke luar dari tempat ini, namun bagaimanapun harus kembali dan meninggalkan tempat ini. Keindahan tempat ini saya simpan dalam jiwa. Saya berharap agar tidak cepat merasa rindu dengan tempat ini, tempat yang membawa kami hanyut kedalam ketenangan panorama. Semoga tempat ini tetap terjaga dengan baik serta banyak pengunjung yang berdatangan untuk menikmatinya.

Bagaimana? Apakah teman-teman dapat merasakan dari apa yang saya rasakan? Bayangkan saja hanya di pantai ini bisa merasakan sensasi seperti di Bali. Silakan berimajinasi bagaimana indahnya pesona dari pantai pandan ini. (*)

Penulis kelahiran Cilegon 07 Juni 2000. Relawan dan Alumni Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD) angkatan 37, juga mahasiswa UIN SMH Banten dengan jurusan Sejarah, selain itu ia juga mengelola komunitas Literasi Marcu Baca di Kota Cilegon. Siapapun bisa menyapanya di sosial media dengan akun FB @Niko Sanjaya dan IG @nipen_aryasaputra.

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia