Rumah adat pertama yang saya kunjungi adalah desa Anakalang, Kecamatan Pasunga, Waibakul, Sumba Tengah. Ersy Prihartini Rambu Awa,S.Sos, Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan Sumba Tengah, membawa saya dan Rudi ke sini.

Makam batu ada di mna-mana tersebar di antara rumah adat

Rumah adat Anakalang ini sebuah areal yang pintu gerbangnya menghadap ke selatan. Kita akan disambut lapangan tempat anak-anak bermain bola di antara makam batu. Jika ada warga yang meninggal, dimakamkan di batu. Disebutnya kuburan batu.

Saya perhatikan, atap rumah mereka dari seng dan menjulang seperti menara, menuding langit. Tapi di Sumba Barat Daya – terutama di desa Ratenggaro atau di beberapa desa terdalam, atapnya masih menggunakan jerami atau alang-alang.

Rudi Rustiadi, asisten Duta Baca Indonesia sekaligur fotografer

Saya mendengar cerita, bahwa rumah adat dengan atap jerami atau ilalang beberapa kali pernah kebakaran. Sama persis dengan rumah adat Baduy di desa Kanekes, Lebak, Banten, yang sering kebakaran. Ketika saya masuk, sumber kebakarannya dari dapur mereka. Tungku apinya beralaskan kayu.

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia