Kami sampai di Bukit Dunu sekitar pukul 20.15 WITA. Cuaca saat itu mendung, jadi kami segera bergegas memasang tenda. Setelah itu, baru makan bersama.

Di Bukit Dunu, kami tidak hanya satu rombongan, ada juga satu rombongan teman pertukaran yang berangkat menggunakan mobil Kak Adit. Jadi, total 25 orang yang kemah di Bukit Dunu malam itu.

Saat kami sedang asik-asiknya menyantap makan malam, hujan rintik-rintik kembali turun. Jadi kami buru-buru menyelesaikan makan dan segera masuk tenda.

Suhu di Bukit Dunu tidak dingin seperti di Puncak Bogor, hanya angin yang bertiup dari arah lautan. Untungnya, hujan tidak lama turun. Jadi, kami bisa keluar menikmati malam yang tenang dengan iringan musik dan obrolan yang menghangatkan. Kopi dan cemilan menjadi pelengkap obrolan.

Sekitar pukul 01.30 WITA satu persatu masuk tenda, ada juga yang tetap melanjutkan obrolan. Yang pasti, kami semua tidak ingin ketinggalan pemandangan sunrise yang indah dari atas bukit Dunu ini.

Setelah sholat subuh, pemandangan di Bukit Dunu mulai terlihat indah, hamparan laut Teluk Tomini sangat indah dengan pulau-pulau kecil di tengahnya. Di sebelah kiri, terdapat hamparan berbukitan yang masih asri dan hijau.

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia