Delapan bulan setelahnya, 7 Desember 2016, sebanyak  87 rumah di tiga perkampungan, Kecamatan Rao Selatan, Pasaman yang direndam banjir. Hujan turun, air Batang Sumpur di Tanjung Alai meluap.”Jika hujan cukup lama,maka akan langsung merendam rumah kami. Tinggi air antara 60-100 cm” ujar Dasril, camat Rao Selatan sebagaimana diberitakan okezone.com pada 7 Desember 2016.

Hujan seakan jadi faktor utama terjadinya banjir. Padahal, hujan hanyalah sebuah fenomena sirkulasi perjalanan air yang bergerak di bumi. Penyebabnya, ada elemen dan unsur keseimbangan sirkulasi ekosistem yang rusak lalu berubah oleh tindakan manusia. Akibatnya, tidak hanya manusia yang menanggungnya. Flora dan fauna yang menggantungkan hidup di ruang tersebut turut menjadi korbannya (misalnya: padi, jagung, tanaman sayur lainnya).

Up Coffée yang lokasinya hanya berjarak sepelemparan batu dari Batang Pakau. Sebuah sungai yang dua bulan (sekitar Desember 2023) lalu meluap dan merendam rumah-rumah penduduk sepanjang alirannya. Hujan juga yang dijadikan kambing hitamnya.

Melalui obrolan buku ‘Hujan” semua peserta secara online dan offline diingatkan arti penting pengetahuan, terutama tentang hujan.

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia