Lulus D3 dai Universitas Muhammadiyah Mataram, November tahun 2919, Syauqi belum merasa puas. Dia harus terus menuntut ilmu.

Tekadnya sudah bulat. Syauqie tidak pulang ke Bim, tapi meninggalkan  Mataram dan menyeberang ke Surabaya. Dia kuliah di Universitas Wijayakusuma pada 2020.

Di bidang menulis pernah menyabet juara Harapan 1 tentang menulis kisah inspiratif se Indonesia di Aceh, 2018. Setahun kemudian mendapatkan juara ketiga lomba menulis karya ilmiah se-NTB, 2018. Setahun kemudian diutus kampus mengikuti Kongres Mahasiswa Bidik Misi se Indonesia di UGM, Yogyakarta.

“Di Yogyakarta saya mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa bidik misi berprestasi dari Kemenristek,” lanjut Syauqi. “Hadiahnya laptop.”

Saya bertanya-tanya, bagaimana Syauqi membiayai kuliahnya sebagai anak rantau? Ada hal yang membuat Syauqi harus terus bertahan, yaitu persoalan tempat tinggal. Dia tinggal di Masjid Salman Alfarisi milik keluarga petinggi Muhammadiyah di Mulyorejo, Surabaya.

Nah, saya sebagai Duta Baca Indonesia seolah menemukan mutiara hitam. Saya, Bambang Praoso dan Aditya Akbar Hakim – mereka pengelola Iqro Semesta yang jadi ayah angkat Syauqi, menasbihkan Syauqi Pradau asli Bima, NTB, sebagai penulis masa depan Bima.

“Sekarang saya sudah lulus S1 dari Universitas Wijayakusuma. Saya harus berterima kasih kepada dosen saya, Pak Bambang Prakoso dan Pak Aditya Akbar Hakim. Saya diajak kegiatan literasi oleh mereka. Saya bisa melek literasi. Saya juga  bisa kenal dekat Mas Gol A Gong.”

Syauqi Pradau, kini namanya. Praudau adalah nama desa di Bima, kampung halamannya. Kami berharap suatu saat nanti, Syauqi menulis sesuatu yang bisa dibanggakan dan pulang membangun Bima.

Gol A Gong – Duta Baca Indonesia

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia