Masalah lain datang ketika aplikasi kartu kredit yang nggak bisa diakses. Aku mencari-cari bukti pembayaran hotel. Kucari di e-mail tak ada. Aku curiga emang pihak hotel yang benar. Dalam hal begini akutuh sabar biyanget. Beda sama suamiku. Monmaap, Bang, bukan bermaksud sombong. Wkwkwk. Salim dulu ke hubby. 🙏

Suamiku udah minta maaf ke resepsionis dan pamit nggak jadi menginap. Mau langsung ke Kuala Lumpur jadi dibatalkan saja, katanya. Biasanya bapack-bapack tidak mau ribet dan ribut. Aku bilang tunggu dulu mau ricek dan menyusuri riwayat pemesanan. Ini cuma butuh sabar. Tapi nggak semua orang punya stok yang sama, kan. Dan tidak semua mau menunggu.

Biasanya hubby berkeras dan setengah memutuskan begitu saja. Tapi begitu aku bilang, kalau batal juga harus dilakukan oleh kami, dan kena denda setengah harga. Rugi, kan. Hubby menurut. Sampai aku menemukan informasi penting di salah satu konfirmasi di salah satu inbox di aplikasi.

Pesan yang bikin aku terhenyak. Bahwa pembayaran melalui kartu kredit dilakukan di hotel. Aku beritahu hubby setelah yakin info itu benar. Hubby mengerti.

Aku akhirnya minta maaf dan membayar pakai kartu kredit. Lega rasanya. Eh tapi belum selesai dramanya.

Kartu kredit tidak bisa digunakan untuk membayar. Entah kenapa. Sejak diakuisisi sama bank lain, aku mau berhentikan saja kartunya.

Aku pakai BCA QR code. Gagal juga. Akhirnya pakai cash yang untungnya cukup. Gimana nantilah kalau mau jajan.

Akhirnya masalah selesai. Begitu masuk kamar, aku cek pemesanan hotel lainnya. Insyaallah sudah dibayarkan.

Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih 🤲 Begitulah Allah menguji hambanya sekaligus memberi solusi. Alhamdulillah akunya bisa sabar, hubby juga mau mendengarkan bininya. (*)

Please follow and like us:
error51
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia