Saya lahir dari rahim puisi. Karya pertama saya justru puisi, tahun 1981. Honornya Rp 3500. Saya patah hati. Berpikirnya lama. Saya harus “city tour”, mencari-cari “sesuatu” yang bisa saya jadikan puisi. Akhirnya saya berpindah ke prosa, lebih mudah dan honornya besar. Kemudian kini saya selalu kesulitan jika menulis puisi karena selalu terang benderang. Eh, ternyata lebih asik membaca puisi orang dan mengkritiknya, ya…

Please follow and like us:
error50
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia