Di Serang pada 1980 (mash SMA) belum keren orang ngopi. Biasanya bandrek yang akra dengan gaya anak muda. Saat itu ngopi identic di pinggir jalan, tukang becak yang ngopi. Saya suka nongkrong dengan mereka dan ngopi la merea sambal membayangkan Bung Karno. Jadilah puisi berjudul “Kopi Tubruk” ini. Selamat membaca.

Please follow and like us:
error50
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia