Makanya, saya tidak produktif bikin puisi. Tidak bisa dipaksakan menulis puisi dengan mengotak-atik kata. Ketika hati tergerak dan betul-betul momennya puitik, segelas kopi, barulah jari-jari tersambung…. Itu pun sulit. AI, bukan zaman saya. Jadi, tidak tertarik. Saya lebih suka membagikan pengalaman saya di Kelas Menulis Rumah Dunia, untuk berlatih mendingan dengan copy the master (hal yang saya lakukan sejak di SD). Barangkali AI juga copy the master? Asal jangan dipublikasikan untuk yang komersil saja….

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia