Karya El Rui

Khatib menggeser duduknya lebih dekat. “Udah berapa nyawa yang berhasil kamu lenyapkan?” Suaranya diturunkan serendah mungkin.

Meski suasana di sekitarnya sudah tampak lengang, Khatib masih merasa perlu menjaga volume suaranya. Sekadar waspada, takut kalau-kalau ada di antara tetangganya yang masih terjaga dan mendengar pertanyaan yang ia lontarkan kepada Rasyid barusan.

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia