Oleh Agus Helfi Rahman

Apa yang bisa kita ungkapkan ketika cinta — rindu, kasmaran, renjana, bunga-bunga, senja, rembulan, malam, bintang, cemburu , patah hati, luka, hilang, kenangan– tak lagi menjadi sumber inspirasi dalam menulis sajak? Haruskah penulis ‘memaksakan diri’ berpuisi tentang cinta?

Please follow and like us:
error52
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia