Saya sendiri sering melakukan kesalahan dalam menulis cerita fiksi (cerpen atau novel). Saya kadangkala tidak bisa membedakan antara sinopsis (telling) dan menuliskannya (showing). Misalnya kita cukup menuliskan: Saya pergi ke sekolah. Padahal ada cara lain menuliskannya dengan: Saya pacu motor menuju sekolah, karena jam sudah menunjukkan pukul delapan.

Please follow and like us:
error54
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia