Ketika tangan kiriku diamputasi pada usia 11 tahun (1974), Emak menghiburku, “Tanganmu nanti akan panjang lagi.” Aku kecil tentu gembira. Setiap hari aku mengukurnya. Kok, tidak panjang-panjang?

Aku memahami setelah dewasa, bahwa tangan kiriku ada di mana-mana. Ternyata itu makananya, bahwa kita hidup tidak bisa sendirian. Sukses yang kita peroleh itu ada andil orang lain.

Gol A Gong

Please follow and like us:
error53
fb-share-icon0
Tweet 5

ditulis oleh

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia