Kata Fajar Nugros, “Generasi Z Harus Meniru Roy!”

Sutradara Film Balada Si RoyFajar Nugros, menyampaikan jika anak muda Indonesia saat ini harus punya sikap seperti Roy. Menurutnya, tokoh utama dalam novel karya Gol A Gong ini, merupakan representasi anak muda tahun 80-an yang karakternya perlu dicontoh oleh generasi Z. Hal itu disampaikan Fajar saat diwawancarai melalui live Instagram di akun @filmbaladasiroy, Kamis (19/11) pukul 13.00 WIB.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Latar Cerita Literasi di Film Green Book, Balada Si Roy, dan Novel Lelaki di Tanah Perawan

Pernah nonton film Green Book ? Ini film produksi 2018 yang disutradarai Peter Farrelly, scene-scenenya sangat simbolik. Dua pemainnya saja yang berbeda suku bangsa dan warna kulit, sudah sangat multi tafsir. Menceritakan Tony Lip (Mortensen), preman pensiun di wilayah Italia-Amerika di Bronx, disewa jadi supir oleh Dr. Don Shirley (Ali), pianis kulit hitam kelas dunia. Toni pada akhirnya selain menyetir juga mengawal Dr. Don selama tur konser dari Manhattan ke Deep South. Pedomannya “Buku Hijau”, yaitu semacam buku panduan bagi orang kulit hitam Afrika-Amerika. Mulai dari hotel dan restoran. Ini persoalan rasisme.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kisah Fajar Nugros Bersalaman Dengan Gol A Gong

Thoriq Bara Nusantara, asli Madura, bersekolah dengan menunggang Honda NSR berplat M warna biru strip kuning, teman saya SMA. Dialah yang langganan majalah HAI di rumahnya. Kala itu saya selalu main ke rumah Thoriq hanya agar bisa membaca kisah Balada Si Roy.

Dari HAI, saya tahu penulisnya bernama Gol A Gong, dan suatu hari pada 2005, saya dengar Gol A Gong akan mengisi workshop menulis di Kaliurang, lereng gunung Merapi. Sayangnya, acara itu khusus untuk sebuah organisasi menulis. Saya mencari tau tentang organisasi itu dan saya dengar mereka para penulis muslim yang relijius.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kota Serang Tidak Cocok Untuk Lokasi Syuting Film Balada Si Roy

Fajar Nugros dan tim akhir Oktober 2020 riset Balada Si Roy di kota Serang. Makan siang di Sop Ikan, Alun-alun. Menengok Jl. Yusuf Martadilaga tempat nongkrong tokoh “Roy” dan kawan-kawannya. Nanti akan ada open casting untuk para pemain Balada Si Roy di Rumah Dunia.

Fajar mengakui, “So far, Serang sih sangat tidak memungkinkan untuk dijadikan lokasi syuting. Tidak ada sudut kota yang bisa disulap jadi tahun 80an. Istana Kaibon, Benteng Spelwijk juga sudah direnov artifisial dengan taman dan pagar. Pandeglang juga kontur tanahnya perbukitan, beda jauh dengan Serang. Tapi so far Rangkasbitung masih syahdu, beberapa sudut kota masih memungkinkan disulap ke era 80an. Problem lain, kota ini ngga punya hotel yang cukup untuk 200an kru. Bendung Pamarayan lama juga kanan kirinya penuh bangunan warung dan penuh-sampah.”

Kita tunggu up date berikutnya, ya. Nah, hingga hari ini persiapan pra produksi terus berlangsung. Siapakah pemeran tokoh “Roy”?

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5